-->
Tampilkan postingan dengan label Belajar mengajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar mengajar. Tampilkan semua postingan

2012/09/05

Memanfaatkan Keindonesiaanku...

Ketika kita kebetulan berkesempatan tinggal di luar negeri ada beberapa bekal yang ada baiknya disiapkan. Salah satunya ya menguasai bahasa di negara tempat kita tinggal kelak. Walaupun hal ini tidak mutlak, karena seiring sejalannya waktu biasanya kita pun lama-kelamaan mengerti dan bisa berbahasa di negara tempat kita tinggal itu.

Selain itu, pengetahuan tentang Indonesiaan kita adalah modal utama. Misalnya bisa menari atau memaikan alat musik khas Indonesia. Terus terang saya termasuk yang tidak menyadari hal ini. Tapi bukan berarti saya tidak bisa lagi memanfaatkan keindonesiaan saya. 

Nah, karena saya perempuan...dan saya sarankan kepada mereka yang mengaku perempuan ^^ untuk bisa atau setidaknya mengenal masakan Indonesia sebelum ke luar negeri. . Selain  bisa mengobati rindu pada masakan tanah air, ternyata memasak bisa jadi nilai plus kita nantinya.

Misalnya saya. Awal April tahun ini tiba-tiba saya `ditodong`  menggantikan teman sebagai konsultan wakil dari Bahasa Indonesia disebuah asosiasi pertukaran budaya dikota tempat saya tinggal. Dari konsultan yang sudah- sudah sepertinya untuk konsultan Bahasa Indonesia, baru saya wakil  yang berstatus ibu rumah tangga, lainnya S1 atau S2 hehehe  rada ga pedeee ^^

Oh ya tugas saya diasosiasi ini hanya seminggu sekali, dan itu juga cuma tiga jam. Menurut saya ini pengalaman berharga. Mengingat saya sendiri belum pernah ngantor baik di Indonesia maupun di Jepang . Lahan pembelajaran lagi buat saya ^^

Tugas utama saya  melayani mereka yang konsultasi baik orang Indonesia yang mengalami masalah kehidupan sehari hari dikota tempat kami tinggal ini, maupun melayani orang Jepang atau orang asing lainnya yang ingin tau tentang Indonesia.  Sekali lagi pengetahuan Indonesia saya di uji. Ini pun jadi kesempatan buat saya lebih mengenal Indonesia lebih dari sebelumnya.  Namanya orang konsultasi masalahnya juga beragam. Lagi lagi mesti belajar banyak ^^.


Kembali ke soal masak....
Sebeneranya tentang hal masak memasak pun saya tak begitu mahir. Lebih tepatnya saya aktif belajar masakan Indonesia justru di Jepang. Di Indonesia dulu cuma jadi asisten ibu di dapur. Saat masih di Indonesia mana pernah saya capek-capek membuat peganan sendiri. Semisal empek-empek,baso tahu, kelepon...ah tinggal tancap gas ke pasar pagi atau supermarket atau pujasera semua sudah dengan gampang beralih ke perut saya.

Diasosiasi ini  pun sering diadakan pula pengenalan budaya masing-masing negara. Berhubung saya tidak bisa menari apalagi memainkan alat musik, maka saya memilih memasak. 

Akhirnya diputuskan dari bagian Bahasa Indonesia akan diadakan talk salon. Selain memasak  nanti para peserta akan mendengarkan cerita saya tentang Indonesia.

Pendaftaran peserta pun di buka. Ruang belajar direserfasi. Ruangan belajar yang dipakai adalah salah satu ruangan di exchange centre for lifelong learning (semacam tempat berkegiatan/ kursus dengan biaya murah). Biasanya tempat-tempat semacam ini bertaburan diseluruh Jepang. Beruntung sekali kami mendapatkan ruangan belajar gratis.

 Ruangan sendiri dilengkapi pemanas maupun AC, pemanas air serta penyedot uap dari masakan. Ada 6 meja masak berteknologi IH (Induction Heating). Berhubung apartemen saya masih pake kompor listrik biasa maka kami berlatih dulu diruangan ini dua minggu sebelum hari H heheheh daripada nanti gurunya gaptek kan repot^^.  Masing-masing meja lengkap dengan alat masak panci frypan, pisau, gelas ukur dll. Semua alat sudah ditempeli warna senada . Ini memudahkan peserta mengelompokkan barang setelah selesai pemakaian, dan tentu saja pemakai harus mengecek satu persatu kelengkapan barang. List barang terlampir di kertas yang harus diserahkan pada saat pengembalian kunci ruangan. Sungguh apik, bersih dan tentu saja teratur. Di dinding kanan berjejer alat makan baik yang bergaya Jepang maupun non Jepang. Dipojok lain berjejer ricecook dan termos untuk membuat air panas masing masing berjumlah 6 buah. Peserta tidak perlu membawa apa-apa kecuali epron dan penutup kepala. Ah pokoknya takjub.....karena dengan kelengkapan begini mereka bisa mengratiskan pemakaiainya.  Maka saya pun tak pernah merasa sia-sia membayar pajak  .... karena uangnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lagi.

ruang belajar tampak dari dalam 



ruang belajar tampak dari luar 
Talk salon dilaksanakan pada hari senin, sesuai jadwal saya di asosiasi tersebut. Awalnya ada sedikit keraguan apa ada orang Jepang yang ingin belajar masakan asing di senin siang. Namun, alhamdulillah yang ingin tau Indonesia ternyata banyak juga. Terkumpul juga 16 orang peserta. 

sengaja peserta tidak diperkenankan melihat kertas resep yang dibagikan, agar semua memperhatikan apa yang saya bicarakan...begitu ucapan panitia... *tambah degdegan ga keruaan...



menjelaskan bahan dan step by step proses masak
my first handmade epron














Pada kesempatan kali ini saya mengajarkan dua menu. Sup lobak yang diadaptasi dari soto Bandung dan nasi goreng berbumbu teri dan bawang putih. Nasi goreng resep andalan ibu saya. Sudah teruji sejak saya kecil hehehhehe ^^
sup lobak idenya dari soto bandung 


nasi goreng




Bahan bumbu nasi goreng saya ulek sendiri praktek di depan mereka. Setelah itu mereka mencoba praktek dengan ulekan. Ngulek sendiri `mudah` buat kita tapi `ternyata perlu tenaga` kata mereka. 
menjelaskan cara menggunaka ulekan... *ga tau kenapa mba nya sampe kaget begitu  ^^
seru seruan membuat nasi goreng ^^ 


Selama proses pengajaran saya dibantu dua asisten cantik Dini dan Any. Dini sedang S2 di salah satu univ di kota kami. Any calon ibu yang sedang menantikan kelahiran bayinya. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu disela-sela kesibukan kalian. m( )m
kiri :Dini, kanan Any


Setelah proses memasak selesai, peserta membawa hasil masakan mereka keruangan lain. Lalu mereka menyantapnya. Setelah itu barulah saya bercerita tentang Indonesia. Sebenernya ceritanya sederhana, tentang Indonesia secara umum dan sedikit profile saya (keknya kurang penting bagian ini ya heheh) dan karena kebetulan acara dilakukan sebelum puasa maka sedikit saya tambahkan cerita Ramadhan.  Lalu yang bikin nga sederhana apa? ya itu dengan kemampuan bahasa Jepang ala ibu RT saya harus cuap cuap sekitar 45-1 jam... wiuhhh degdegan bangettt ..
satu hal lagi yang bikin senang adalah acara masak kali ini diliput oleh tv kabel lokal. Baru level tv lokal gpp ya ^^ Walau dengan cara sederhana semoga selalu bisa memanfaatkan keindonesiaanku untuk lebih mengenalkan Indonesia disini. Dan Goodthinkers yuk selalu bangga jadi orang Indonesia. 

Merdeka!! ^^v


bagian terdegdeg..presentasi








2012/07/04

kelepon go internasional ^^

Sekitar seminggu lalu saya menemani teman yang akan presentasi tentang budaya Indonesia di sebuah club di SD Yui. Acara dibagi dua kali. Minggu pertama kami  mengajar cara membuat kelepon. Yui merupakan daerah bagian distrik Kota Shimizu. Yui merupakan daerah pelabuhan. jadi sejak turun dari stasiun kereta tak lama berjalan sudah tampak pelabuhan dan harum laut ^^. Jalan-jalan di daerah Yui pun berlereng-lereng, menanjak di sana sini. Tapi sayangnya tak ada pantai yang bisa di singgahi, artinya memang Yui letaknya langsung menghadap ke laut. Oleh karena itu  Yui termasuk daerah rawan akan tsunami bila terjadi gempa besar. Namun saya percaya pemerintah setempat sudah memberikan training kepada masyarakat termasuk menyiapan titik-titik pengungsian.


foto salah satu sisi pelabuhan di dekat stasuin Yui 
Dari kota tempat saya tinggal menuju ke Yui, kami menggunakan kereta biasa dengan lama tempuh sekitar 25 menitan. Sampai di stasiun kami sudah disambut Murakami sensei, ibu guru yang menjadi penangung jawab club yang akan kami kunjungi di SD Yui. Tak sampai 10 menit kami sampai di SD Yui, ini tak lepas dari kepiawaian Murakami sensei menyetir mobilnya. Tampak sudah hafal sekali dengan jalan berlereng di daerah ini.

Sampai di SD kami dipersilahkan masuk terlebih dahulu di genkan (pintu depan) sekolah. Disambut Kepala Sekolah kami memperkenal diri secara singkat. Setelah Murakami sensei selesai memarkirkan mobil merahnya kami langsung di boyong  ke ruang keterampilan untuk menyetting acara memasak. 
sisi depan SD Yui




sisi lain halaman depan SD Yui 





















Sepengalaman saya mengajar atau lebih tepatnya bercerita tentang Indonesia di sekolah-sekolah (masih taraf SD sih ... baru sekali ke smp ^^) baru kali ini saya masuk ke ruangan keterampilan. Biasanya cuma lihat di tv atau komik.... 

Ternyata ruangan ini seru juga. Ruangan luas ini di isi oleh beberapa meja utama. berwarna putih dan pendek ya yang memakainya anak SD kan yah hehe.... Meja ini begitu menarik perhatian saya. Meja lebar dengan 3 lembar kayu utama dilengkapi  banyak laci. Penasaran sekali kenapa bentuknya demikian. Disisi kiri kanan dipasang stop kontak karena meja ini dipakai juga untuk menjahit. Semua mesin jait menggunakan listrik.


jreng....ternyata setelah bagian kiri dan kanan meja dibalik, meja berubah menjadi meja memasak. Dilengkapi dengan kompor gas dua tungku dan diarah berlawanan ada keran serta bak cuci.  ckckckc iri.... mengingat waktu saya SD dulu ga ada yang seperti ini ... hiks...






Ada satu ruangan kecil disamping papan tulis. Isinya pun tak kalah menakjubkan. Semua peralatan masak, pisau, panci, sendok ,mangkok, timbangan dll lengkap disana. Saya tambah iri.. hehehe
Kami menyiapkan segala sesuatunya. Menimbang bahan lalu membaginya untuk  tiga kelompok, menuliskan resepnya di papan tulis. Dan terakhir menunggu mereka datang.                                                                                                                       
Murid SD yang akan diajari tergabung dalam club gaikoku boken kurabu atau bisa diartikan club peminat budaya negara asing. Ada 9 orang anak laki laki, masing masing 3 orang dari kelas 4, 5 dan 6.
Setelah mereka datang, teman saya menjelaskan cara membuat kelepon di meja guru dikelilingi ke sembilan anak dan Ibu Murakami dan saya sebagai asisten. Barulah mereka praktek di meja masing- masing.  Dasar anak laki-laki acaranya jadi seru benar. Misalnya saja bentuk kentuk kelepon yang harusnya bulat mereka kreasikan dengan berbagai bentuk.

serunya!!



















dan hasilnya ....
ditata ala mereka... katanya membentuk wajah orang....
eittss dasar anak anak... ada beberapa bulatan kelepon yang mereka sengaja tidak isi dengan gula merah... biar seru katanya .... *emang seru sih ..jadi setiap orang memegang satu kelepon saat memakannya harus bersamaan.. yang tidak ada gulanya harus mengaku...dan dapat ketawaan dari yang lain ^^









gaya mereka setelah selesai membuat kelepon ^^
ini grup kelas 4...maklum paling junior jadi rada rada manut sama senior... lalucu..tp kerjanya paling beres ^^ like them all ^^






                                                               
yg ini kita berfoto dengan anak kelas 5 yg punya hasil kelepon berbentuk wajah di atas...

                                                 

Minggu berikutnya barulah tugas teman saya menjelaskan tentang Indonesia. Materi yang dibawakan tidak begitu rumit. Maklumlah anak SD, saya hanya membantu dibagian menjelaskan cara suit (gajah,semut dan manusia) kepada mereka.
















berikut foto-foto yang sempat saya ambil saat di sana...

sepanjang koridor bersih, masuk tidak memakai sepatu tetapi memakia sliper khusus jadi lantai harus bersih terus, tidak ada kotor atau basah.

Dinding luar kelas ditempeli karya-karya mereka. Lalucu... gaya anak SD deh pokoknya ^^

LIhat pula topi mereka tergantung rapih sekali ya




dinding kelas lain dihiasi hasil karya mereka... berupa kirigami


ini salah satu box disudut kelas 1-2
setelah makan siang (makan siang mereka disediakan sekolah) maka mereka harus membereskan sendiri tempat makan mereka....termasuk mencuci bersih tetrapack bekas minuman mereka, dikeringkan dan nantinya didaur ulang.

Dari kecil sudah diajarkan kebersihan dan pentingnya daur ulang....






lap pel tergantung rapih disalah satu sudut kelas...
masing-masing anak punya lap pel..dinamai satu-satu, dipakai untuk mengepel ruangan kelas dan koridor kelas .











foto guru dan karikatur pemilik kelas..seru juga ya ^^

lapangan diluar kelas....
lebih luas dari halaman depan sekolah 




diluar kelas mereka menanam bunga sesuai musim,
masing masing anak punya potnya sendiri-sendiri. Kali ini mereka menanam Asa gao. ini ditanam oleh anak kelas 1 loh... ^^




catatan pertumbuhan bunga yang mereka tanam 

asagao ungu

asa gaou pink



terakhir yang berkesan dari rangkaian kegiatan ini... adalah liputan dari koran kota tentang praktek membuat kelepon... ternyata dengan modal kelepon kita bisa go internasional juga ya ^^ heheh









2012/06/26

sepucuk surat



Lagi lagi buat saya ini pengalaman yang memperkaya batin saya. Mungkin di mata orang lain saya agak berlebihan tapi sungguh saya terharu. 

Sejak akhir maret tahun ini saya diminta teman untuk menggantikannya mengajar Bahasa Indonesia. karena ini sifatnya voluntir jadi harga bayarannya pun tak semahal bila kita mengajar di sekolah bahasa atau di tempat kursus bahasa asing. Saya sih tidak begitu peduli. Alasan utama saya menerima tawaran teman saya adalah dengan mengajar bahasa Indonesia kepada orang Jepang artinya disaat bersamaan saya harus terus menguprade kemampuan Bahasa Jepang saya, dan  lebih tepatnya saya belajar mengajar.

Karena sifatnya voluntir pula maka hubungan saya dan murid tanpa perantara lembaga khusus. Pembayarannya pun dilakukan dengan berbagai cara. Saya bebaskan kepada murid-murid dan mengikuti aturan lama dari teman saya.


Belajar mengajar dilakukan hanya seminggu sekali maka  ada yang membayar saya full diawal bulan dan ada pula yang membayar saya tiap kali les selesai. 

Minggu lalu, salah satu murid saya lupa menyerahkan pembayaran les kepada saya. Ditengah jalan saya sempat ingat tapi sudah lah minggu depan pun kami akan bertemu, Jadi saya pun tak ambil pusing. 


Dua hari berselang, ada sepucuk surat di kotak pos saya. Di jaman serba internet begini sudah lama rasanya tak menerima surat tulisan tangan.  Saya buka tanpa melihat pengirimnya ...hehe saking penasarannya. ^^ 


Ternyata,,, surat dari murid saya... dia selipkan uang les yang lupa dia serahkan dua hari yang lalu. Bukan uangnya yang membuat saya terharu... dalam suratnya yang singkat berisi permintaan maaf karena ia lupa menyerahkan uang bayaran les. Padahal menurut saya minggu depan pun bisa, tak perlu sampai menulis surat dan mengirimkannya (biaya lgi kan...) Murid saya juga juga meminta maaf karena usianya yg lanjut menyebabkan ia menjadi murid yang tak begitu pintar dan meminta kesabaran saya membimbingnya. Dan dibagian akhir tak lupa ia mengingatkan saya agar tetap menjaga kesehatan di musim hujan yang akan terus berlanjut beberapa saat kedepan.


Betapa saya merasa sangat dihargai....


Ada cerita lain tentang bayaran les...
Sebulan lalu pun saya menerima uang bayaran les dari salah satu murid yang tidak bisa mengikuti les selama sebulan. Ia serahkan uangnya dan meminta maaf karena kesibukannya maka bulan ini dia tidak bisa mengikuti les seperti biasanya. Tentu saja saya tolak, karena jelas dia tida perlu membayar karena tidak les. Namun murid saya tetap bersisihkeras, katanya "ketidkahadiran saya mengurangi pendapatan sensei, izinkan saya membayarnya....". Uang tersebut kini ada ditangan saya dan tentu saja saya masih berifkir untuk mengembalikannya dengan cara lain. Satu yang terfikirkan adalah saya ingin membuat acara BBQ dengan dihadiri teman-teman orang Indonesia agar semua murid saya bisa praktek berbicara walaupun dengan ilmu mereka yang masih terbatas....



*ah makin cinta murid- murid saya...^^

2012/06/22

angka


Mengajar angka....

Hari sabtu pagi adalah hari jadwal saya mengajar bahasa Indonesia kepada keempat orang Jepang.

Begitu pula sabtu ini....saya baru  selesai mengajar. Murid-murid saya yg sudah cukup lanjut usia rata rata umur mereka diatas 70 tahun. Harus banyak cara agar pembelajaran tidak `keras dan membosankan`. 
Hari ini saya mengajarkan angka, supaya lebih gampang diinget dan menarik saya memilih cara berbeda. Saya minta mereka menjadi penjual dan pembeli. Ada dialog bagaimana berbelanja. Saya ajarkan pula cara tawar-menawar layaknya ibu- ibu belanja di pasar pagi. Dengan begini selain mengenal angka, mereka sekaligus mau tidak mau harus mengingat kosakata baru.


Seminggu lalu saat saya menugaskan kepada mereka untuk membawa gambar sebagai ganti barang jualan mereka. Saat ditugaskan mereka tampak antusias, tapi saya tak menyangka 2 dari 3 siswa yang mengerjakan tugas membuatnya dengan menggambar sendiri. Padahal minggu lalu saya bilang gunting saja dari majalah atau koran agar tak merepotkan.

sebagai kenang-kenangan saya foto dan bagikan ke GoodThinkers disini ^^




toko ikan....
lihat gambarnya... murid saya menggambarnya sendiri.... lucu-lucu ya ekspresi ikan-ikanya... (salah satunya paus hahaha masa jualan ikan pausss.....eitsss emang sebagian kecil orang jepang di prefektur tempat saya tinggal ini masih mengkonsumsi ikan paus)











toko baju
dibuat oleh murid saya paling muda...seorang wanita dengan usia kurang lebih 35-40 tahun... Dia sering ke Bali ... jadi bahasa indonesianya  sedikit lebih bagus dari murid yang lain.. Gambar- gambar inipun dia buat sendiri.







toko buah
beliau memang hanya mengcopinya dari buku... tapi pewarnaanya beliau kerjakan manual... ^^
Dibuat oleh murid saya usia 85 tahun. Beliau murid saya yang paling tua saya sangat menghormatinya. Alasannya sangat sederhana, karena usinya sudah lebih  lanjut beliaulah yang  paling sering lupa kosakata, beliau lah yang paling rajin...mengulang kembali di rumah lalu mengeceknya di kamus, mengerjakan PR bahkan membuat karangan sederhana yang nantinya dicek ulang oleh saya. 


Biar seru... proses jual beli menggunakan uang Indonesia aseli loh ^^









dan ini gantungan kunci atau strap Hp yg dibuat oleh murid saya dengan gambar pertama yg beliau bagikan kepada kami semua...tangannya memang trampil padahal bapak-bapak loh ^^

Ah saya pun makin cinta murid-murid saya ^^
semoga selalu semangat !!!