-->
Tampilkan postingan dengan label pengalaman berharga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman berharga. Tampilkan semua postingan

2016/02/20

Hinamatsuri di Kasuisai



Assalamualaikum semua ^^
Mungkin sudah banyak yang tau tentang Hinamatsuri ^^ 
Hinamatsuri merupakan perayaan di mana sebuah keluarga yang memiliki anak perempuan. Perayaan ini biasanya dilakukan dengan memajang boneka Hina di rumah mereka. 

Hinamatsuri juga dirayakan begitu meriah oleh Kasuisai, sebuah otera di kota Fukuroi Shizuoka. 


suasanya masyarakat yang berdoa di Kasuisai
Sekitar 3000 boneka dipajang hampir di semua ruangan utama tera, seperti di pelataran, di lorong jalan,dll. Diantaranya ada 1200 boneka yang disusun pada 23 tingkat tangga. Kebanyang ya waktu dan jumlah boneka yang harus dikumpulkan ^^ 

Ini boneka Hina yang disusun dengan rumah-rumahan mini. 


Memandangi satu demi satu boneka-boneka lucu ini membuat hati begitu terkesan ^^ 


Untuk memeriahkan festival, Kasuisai juga menggelar acara lain, seperti menggelar pameran lukisan boneka Hina yang merupakan karya Mikiko Mori pelukis wanita lokal yang sedang naik daun dengan karyanya.



Selain itu ada peragaan pemakaian kimono 12 lapis yang begitu langka karena untuk jaman sekarang sudah tidak lazim lagi menggunakan kimono dengan jumlah lapisan sebanyak itu.

Pemakaian kimononya harus dibantu oleh 3 orang sekaligus. Tapi dengan begitu hasilnya sangat memuaskan. Kimono terpasang dengan sangat menawan.



Hal yang menyenangkan adalah saya pun bisa ikut merasakan betapa beratnya mengenakan kimono dengan berat hampir 15 kilo.


sungguh pengalaman yang begitu berkesan ^^ 














2013/10/19

galasinan....



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.... ^^
Dear Gters....  ada kegiatan apa di hari minggu pagi ini dirumah Gters yang kreatif ^^
biasanya weekend gini keluarga suka olahraga bersama di minggu pagi ya... ^^
Nah minggu ini olahraga apa?
Tentunya yang murah meriah dan bisa diikuti seluruh anggota keluarga adalah pilihan paling baik ya ^^

oh ya ... masih ingat dengan galasin?
Dua minggu lalu saya sempat memperkenalkan permainan galasin kepada anak anak usia SD di sekitar tempat saya tinggal. Di Jepang biasanya di daerah setingkat kelurahan ada gedung gedung milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, berkegiatan, berkomunikasi (seperti rapat, pertemuan,pertukaran kebudayaan) dengan harga sewa murah bahkan ada yang gratis.

Di sini saya diberi kesempatan untuk memperkenalkan salah satu permainan anak di Indonesia. Selain saya ada juga pengajar dari negara lain seperti Polandia, Mongol dan Peru yang memperkenalkan permainan dari negara mereka.

pasport setelah diberi cap/stamp 
Pesertanya adalah anak-anak usia SD yang tinggal disekitar gedung pelaksaan . Mereka  dibagi menjadi 4 kelompok. Masing - masing kelompok akan digilir per20 menit untuk bisa bermain di 4 negara berbeda. Tiap anak dibekali kertas yang dibentuk sedemukian rupa menjadi pasport sederhana. Pasport ini nantikan akan dicap/distamp lambang- lambang negara yang telah mereka kunjungi untuk bermain.





saat memperkenalkan diri (ki-ka: Mongol, Peru, Indonesia, Polandia)




belajar Bahasa Indonesia
Sebelum memulai bermain, kami para pengajar diminta untuk mengajarkan kepada peserta tentang kata kata sederhana dalam bahasa masing-masing.

alat bantu mengajarkan bahasa Indonesia 


Setelah itu baru saya memaparkan cara bermain galasinnya. Hanya permainan di Indonesia yang butuh kekuatan fisik. Permainan galasin yang aktif membuat anak-anak bergerak dengan riangnya. Bukan saja mereka saya pun mandi keringat. ^^ Sampai sampai panita berkata kepada saya `Ichi, save tenaganya, masih ada 3 kelompok lagi loh yang mesti diajak bermain`. Hehehe.... saya juga seperti mengenang masa kecil. Dulu, di kalimantan galasin adalah permainan favorit  bila mati lampu dimalam hari di bulan purnama.
Setelah usai  bermain, anak anak diminta mengucapkan terimakasih dalam bahasa tempat mereka bermain lalu menuju negara lain. Setelah semua kelompok selesai bermain di keempat negara, masing-masing anak diminta mengisi angket. Bagaimana pendapat mereka tentang kegiatan hari 
ini. 
lantai ruangan yang bersih membuat anak- anak dengan leluasa bisa duduk dan berbaring


sebelum pulang anak-anak meminta masing-masing pengajar menandatangani pasport mereka.


Nah, Gters yang aktif dan kreatif.... hayuk kita galakkan juga permainan tradisional yang murah meriah dan menyehatkan seperti galasin ini ^^ 
Selamat berakhir pekan.... ^^

salam ,
GoodThinks ^^
m(  )m










2012/09/05

Memanfaatkan Keindonesiaanku...

Ketika kita kebetulan berkesempatan tinggal di luar negeri ada beberapa bekal yang ada baiknya disiapkan. Salah satunya ya menguasai bahasa di negara tempat kita tinggal kelak. Walaupun hal ini tidak mutlak, karena seiring sejalannya waktu biasanya kita pun lama-kelamaan mengerti dan bisa berbahasa di negara tempat kita tinggal itu.

Selain itu, pengetahuan tentang Indonesiaan kita adalah modal utama. Misalnya bisa menari atau memaikan alat musik khas Indonesia. Terus terang saya termasuk yang tidak menyadari hal ini. Tapi bukan berarti saya tidak bisa lagi memanfaatkan keindonesiaan saya. 

Nah, karena saya perempuan...dan saya sarankan kepada mereka yang mengaku perempuan ^^ untuk bisa atau setidaknya mengenal masakan Indonesia sebelum ke luar negeri. . Selain  bisa mengobati rindu pada masakan tanah air, ternyata memasak bisa jadi nilai plus kita nantinya.

Misalnya saya. Awal April tahun ini tiba-tiba saya `ditodong`  menggantikan teman sebagai konsultan wakil dari Bahasa Indonesia disebuah asosiasi pertukaran budaya dikota tempat saya tinggal. Dari konsultan yang sudah- sudah sepertinya untuk konsultan Bahasa Indonesia, baru saya wakil  yang berstatus ibu rumah tangga, lainnya S1 atau S2 hehehe  rada ga pedeee ^^

Oh ya tugas saya diasosiasi ini hanya seminggu sekali, dan itu juga cuma tiga jam. Menurut saya ini pengalaman berharga. Mengingat saya sendiri belum pernah ngantor baik di Indonesia maupun di Jepang . Lahan pembelajaran lagi buat saya ^^

Tugas utama saya  melayani mereka yang konsultasi baik orang Indonesia yang mengalami masalah kehidupan sehari hari dikota tempat kami tinggal ini, maupun melayani orang Jepang atau orang asing lainnya yang ingin tau tentang Indonesia.  Sekali lagi pengetahuan Indonesia saya di uji. Ini pun jadi kesempatan buat saya lebih mengenal Indonesia lebih dari sebelumnya.  Namanya orang konsultasi masalahnya juga beragam. Lagi lagi mesti belajar banyak ^^.


Kembali ke soal masak....
Sebeneranya tentang hal masak memasak pun saya tak begitu mahir. Lebih tepatnya saya aktif belajar masakan Indonesia justru di Jepang. Di Indonesia dulu cuma jadi asisten ibu di dapur. Saat masih di Indonesia mana pernah saya capek-capek membuat peganan sendiri. Semisal empek-empek,baso tahu, kelepon...ah tinggal tancap gas ke pasar pagi atau supermarket atau pujasera semua sudah dengan gampang beralih ke perut saya.

Diasosiasi ini  pun sering diadakan pula pengenalan budaya masing-masing negara. Berhubung saya tidak bisa menari apalagi memainkan alat musik, maka saya memilih memasak. 

Akhirnya diputuskan dari bagian Bahasa Indonesia akan diadakan talk salon. Selain memasak  nanti para peserta akan mendengarkan cerita saya tentang Indonesia.

Pendaftaran peserta pun di buka. Ruang belajar direserfasi. Ruangan belajar yang dipakai adalah salah satu ruangan di exchange centre for lifelong learning (semacam tempat berkegiatan/ kursus dengan biaya murah). Biasanya tempat-tempat semacam ini bertaburan diseluruh Jepang. Beruntung sekali kami mendapatkan ruangan belajar gratis.

 Ruangan sendiri dilengkapi pemanas maupun AC, pemanas air serta penyedot uap dari masakan. Ada 6 meja masak berteknologi IH (Induction Heating). Berhubung apartemen saya masih pake kompor listrik biasa maka kami berlatih dulu diruangan ini dua minggu sebelum hari H heheheh daripada nanti gurunya gaptek kan repot^^.  Masing-masing meja lengkap dengan alat masak panci frypan, pisau, gelas ukur dll. Semua alat sudah ditempeli warna senada . Ini memudahkan peserta mengelompokkan barang setelah selesai pemakaian, dan tentu saja pemakai harus mengecek satu persatu kelengkapan barang. List barang terlampir di kertas yang harus diserahkan pada saat pengembalian kunci ruangan. Sungguh apik, bersih dan tentu saja teratur. Di dinding kanan berjejer alat makan baik yang bergaya Jepang maupun non Jepang. Dipojok lain berjejer ricecook dan termos untuk membuat air panas masing masing berjumlah 6 buah. Peserta tidak perlu membawa apa-apa kecuali epron dan penutup kepala. Ah pokoknya takjub.....karena dengan kelengkapan begini mereka bisa mengratiskan pemakaiainya.  Maka saya pun tak pernah merasa sia-sia membayar pajak  .... karena uangnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lagi.

ruang belajar tampak dari dalam 



ruang belajar tampak dari luar 
Talk salon dilaksanakan pada hari senin, sesuai jadwal saya di asosiasi tersebut. Awalnya ada sedikit keraguan apa ada orang Jepang yang ingin belajar masakan asing di senin siang. Namun, alhamdulillah yang ingin tau Indonesia ternyata banyak juga. Terkumpul juga 16 orang peserta. 

sengaja peserta tidak diperkenankan melihat kertas resep yang dibagikan, agar semua memperhatikan apa yang saya bicarakan...begitu ucapan panitia... *tambah degdegan ga keruaan...



menjelaskan bahan dan step by step proses masak
my first handmade epron














Pada kesempatan kali ini saya mengajarkan dua menu. Sup lobak yang diadaptasi dari soto Bandung dan nasi goreng berbumbu teri dan bawang putih. Nasi goreng resep andalan ibu saya. Sudah teruji sejak saya kecil hehehhehe ^^
sup lobak idenya dari soto bandung 


nasi goreng




Bahan bumbu nasi goreng saya ulek sendiri praktek di depan mereka. Setelah itu mereka mencoba praktek dengan ulekan. Ngulek sendiri `mudah` buat kita tapi `ternyata perlu tenaga` kata mereka. 
menjelaskan cara menggunaka ulekan... *ga tau kenapa mba nya sampe kaget begitu  ^^
seru seruan membuat nasi goreng ^^ 


Selama proses pengajaran saya dibantu dua asisten cantik Dini dan Any. Dini sedang S2 di salah satu univ di kota kami. Any calon ibu yang sedang menantikan kelahiran bayinya. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu disela-sela kesibukan kalian. m( )m
kiri :Dini, kanan Any


Setelah proses memasak selesai, peserta membawa hasil masakan mereka keruangan lain. Lalu mereka menyantapnya. Setelah itu barulah saya bercerita tentang Indonesia. Sebenernya ceritanya sederhana, tentang Indonesia secara umum dan sedikit profile saya (keknya kurang penting bagian ini ya heheh) dan karena kebetulan acara dilakukan sebelum puasa maka sedikit saya tambahkan cerita Ramadhan.  Lalu yang bikin nga sederhana apa? ya itu dengan kemampuan bahasa Jepang ala ibu RT saya harus cuap cuap sekitar 45-1 jam... wiuhhh degdegan bangettt ..
satu hal lagi yang bikin senang adalah acara masak kali ini diliput oleh tv kabel lokal. Baru level tv lokal gpp ya ^^ Walau dengan cara sederhana semoga selalu bisa memanfaatkan keindonesiaanku untuk lebih mengenalkan Indonesia disini. Dan Goodthinkers yuk selalu bangga jadi orang Indonesia. 

Merdeka!! ^^v


bagian terdegdeg..presentasi








2012/07/04

kelepon go internasional ^^

Sekitar seminggu lalu saya menemani teman yang akan presentasi tentang budaya Indonesia di sebuah club di SD Yui. Acara dibagi dua kali. Minggu pertama kami  mengajar cara membuat kelepon. Yui merupakan daerah bagian distrik Kota Shimizu. Yui merupakan daerah pelabuhan. jadi sejak turun dari stasiun kereta tak lama berjalan sudah tampak pelabuhan dan harum laut ^^. Jalan-jalan di daerah Yui pun berlereng-lereng, menanjak di sana sini. Tapi sayangnya tak ada pantai yang bisa di singgahi, artinya memang Yui letaknya langsung menghadap ke laut. Oleh karena itu  Yui termasuk daerah rawan akan tsunami bila terjadi gempa besar. Namun saya percaya pemerintah setempat sudah memberikan training kepada masyarakat termasuk menyiapan titik-titik pengungsian.


foto salah satu sisi pelabuhan di dekat stasuin Yui 
Dari kota tempat saya tinggal menuju ke Yui, kami menggunakan kereta biasa dengan lama tempuh sekitar 25 menitan. Sampai di stasiun kami sudah disambut Murakami sensei, ibu guru yang menjadi penangung jawab club yang akan kami kunjungi di SD Yui. Tak sampai 10 menit kami sampai di SD Yui, ini tak lepas dari kepiawaian Murakami sensei menyetir mobilnya. Tampak sudah hafal sekali dengan jalan berlereng di daerah ini.

Sampai di SD kami dipersilahkan masuk terlebih dahulu di genkan (pintu depan) sekolah. Disambut Kepala Sekolah kami memperkenal diri secara singkat. Setelah Murakami sensei selesai memarkirkan mobil merahnya kami langsung di boyong  ke ruang keterampilan untuk menyetting acara memasak. 
sisi depan SD Yui




sisi lain halaman depan SD Yui 





















Sepengalaman saya mengajar atau lebih tepatnya bercerita tentang Indonesia di sekolah-sekolah (masih taraf SD sih ... baru sekali ke smp ^^) baru kali ini saya masuk ke ruangan keterampilan. Biasanya cuma lihat di tv atau komik.... 

Ternyata ruangan ini seru juga. Ruangan luas ini di isi oleh beberapa meja utama. berwarna putih dan pendek ya yang memakainya anak SD kan yah hehe.... Meja ini begitu menarik perhatian saya. Meja lebar dengan 3 lembar kayu utama dilengkapi  banyak laci. Penasaran sekali kenapa bentuknya demikian. Disisi kiri kanan dipasang stop kontak karena meja ini dipakai juga untuk menjahit. Semua mesin jait menggunakan listrik.


jreng....ternyata setelah bagian kiri dan kanan meja dibalik, meja berubah menjadi meja memasak. Dilengkapi dengan kompor gas dua tungku dan diarah berlawanan ada keran serta bak cuci.  ckckckc iri.... mengingat waktu saya SD dulu ga ada yang seperti ini ... hiks...






Ada satu ruangan kecil disamping papan tulis. Isinya pun tak kalah menakjubkan. Semua peralatan masak, pisau, panci, sendok ,mangkok, timbangan dll lengkap disana. Saya tambah iri.. hehehe
Kami menyiapkan segala sesuatunya. Menimbang bahan lalu membaginya untuk  tiga kelompok, menuliskan resepnya di papan tulis. Dan terakhir menunggu mereka datang.                                                                                                                       
Murid SD yang akan diajari tergabung dalam club gaikoku boken kurabu atau bisa diartikan club peminat budaya negara asing. Ada 9 orang anak laki laki, masing masing 3 orang dari kelas 4, 5 dan 6.
Setelah mereka datang, teman saya menjelaskan cara membuat kelepon di meja guru dikelilingi ke sembilan anak dan Ibu Murakami dan saya sebagai asisten. Barulah mereka praktek di meja masing- masing.  Dasar anak laki-laki acaranya jadi seru benar. Misalnya saja bentuk kentuk kelepon yang harusnya bulat mereka kreasikan dengan berbagai bentuk.

serunya!!



















dan hasilnya ....
ditata ala mereka... katanya membentuk wajah orang....
eittss dasar anak anak... ada beberapa bulatan kelepon yang mereka sengaja tidak isi dengan gula merah... biar seru katanya .... *emang seru sih ..jadi setiap orang memegang satu kelepon saat memakannya harus bersamaan.. yang tidak ada gulanya harus mengaku...dan dapat ketawaan dari yang lain ^^









gaya mereka setelah selesai membuat kelepon ^^
ini grup kelas 4...maklum paling junior jadi rada rada manut sama senior... lalucu..tp kerjanya paling beres ^^ like them all ^^






                                                               
yg ini kita berfoto dengan anak kelas 5 yg punya hasil kelepon berbentuk wajah di atas...

                                                 

Minggu berikutnya barulah tugas teman saya menjelaskan tentang Indonesia. Materi yang dibawakan tidak begitu rumit. Maklumlah anak SD, saya hanya membantu dibagian menjelaskan cara suit (gajah,semut dan manusia) kepada mereka.
















berikut foto-foto yang sempat saya ambil saat di sana...

sepanjang koridor bersih, masuk tidak memakai sepatu tetapi memakia sliper khusus jadi lantai harus bersih terus, tidak ada kotor atau basah.

Dinding luar kelas ditempeli karya-karya mereka. Lalucu... gaya anak SD deh pokoknya ^^

LIhat pula topi mereka tergantung rapih sekali ya




dinding kelas lain dihiasi hasil karya mereka... berupa kirigami


ini salah satu box disudut kelas 1-2
setelah makan siang (makan siang mereka disediakan sekolah) maka mereka harus membereskan sendiri tempat makan mereka....termasuk mencuci bersih tetrapack bekas minuman mereka, dikeringkan dan nantinya didaur ulang.

Dari kecil sudah diajarkan kebersihan dan pentingnya daur ulang....






lap pel tergantung rapih disalah satu sudut kelas...
masing-masing anak punya lap pel..dinamai satu-satu, dipakai untuk mengepel ruangan kelas dan koridor kelas .











foto guru dan karikatur pemilik kelas..seru juga ya ^^

lapangan diluar kelas....
lebih luas dari halaman depan sekolah 




diluar kelas mereka menanam bunga sesuai musim,
masing masing anak punya potnya sendiri-sendiri. Kali ini mereka menanam Asa gao. ini ditanam oleh anak kelas 1 loh... ^^




catatan pertumbuhan bunga yang mereka tanam 

asagao ungu

asa gaou pink



terakhir yang berkesan dari rangkaian kegiatan ini... adalah liputan dari koran kota tentang praktek membuat kelepon... ternyata dengan modal kelepon kita bisa go internasional juga ya ^^ heheh









2012/06/30

banyak cara

Benar...ternyata memang banyak cara yang dapat dilakukan agar konsumen mau menginjakkan kakinya ke `lapak ` kita....
asal itu tidak melanggar aturan dan tidak merugikan orang lain... jalankan saja...

Misalnya saja salah satu supermarket milik perusahaan ternama di kota tempat saya tinggal. Sebut saja nama perusahaannya Kokutetsu. Kokutetsu memiliki usaha diberbagai bidang misalnya kereta api dalam kota, penyewaan apartemen, dan yang paling dekat dengan saya ada supermarketnya, Kokutetsu Store (KS). Sengaja saya memakai nama samaran untuk toko ini karena saya bukan dari pihak marketing mereka. Saya tulis cerita ini karena menurut saya ini baik untuk di bagikan .

Yang saya liat begitu menarik adalah harga di KS bila dibandingkan supermarket lain sedikit mahal. Selain memang bagunan store yag megah, AC yg lebih dingin, maupun penampilan sayur yang lebih segar bersih dan elegan dibanding toko lain maka tak heran lah harganya pun menyesuaikan.

Empat tahun yang lalu saya pernah bekerja part time di store ini. Dibagian hall. Tugasnya mengisi barang di rak-rak bila sudah hampir kosong, merapihkan dan karena saya kerjanya sore maka  diwaktu waktu yang telah ditentu saya harus menempeli barang-barang tertentu dengan stiker  diskon. Sampai sampai ada beberapa langganan yang sudah tak segan bertanya `Belum didiskon mba?` kalau liat saya di hall... hehehhe ....

Walau berjilbab alhamdulillah saya beruntung. Manager toko memperbolehkan saya menggunakan jilbab saya walau bekerja di hall. Tau diri saya dan tak mau bikin banyak masalah saya pilih warna hitam pekat mirip rambut biasa kan.... lalu saya pun harus memakai kain segitiga diatas jilbab saya. Sementara pekerja lain memakai kain segitiga itu langsung diatas rambut mereka.

 Yang menarik buat saya dengan bekerja berjilbab begini adalah wajah-wajah kaget pembeli. Seperti biasa bila ada pembeli yang mendeket saya harus berucap `irasshaimaseeeee` artinya selamat datang.... dan bila mereka beranjak menjauh dari saya (mau membeli atau tidak ) saya tetap berkewajiban berucap `arigatou gozaimasu` pasti semua sudah tau artinya ^^.

Kenapa Mereka sering terlihat kaget???
Biasanya pembeli di Jepang sudah tidak perduli bila diucapkan selamat datang maupun terimakasih... menurut pembeli (dan menurut saya bila sedang menjadi pembeli di toko lain) itu sudah kewajiban pekerja. Seperti pekerja lain saya pun mengucapkan hal yang sama sebisa mungkin logat-logatnya pun mirip dengan orang Jepang aseeeliii... nah klo hanya mendengar suara saya mereka kira orang jepang biasa.... giliran mereka melihat saya dan saya berjilbab mereka sering terlihat kaget ^^. Ada bebera langganan yag sudah tau saya sering datang hanya untuk menyapa saya bukan untuk berbelanja... sempat suatu waktu saya dikasih gantungan kunci oleh pelanggan (mba -mba sepertinya usianya ga jauh beda dengan saya) Katanya `Terima ya oleh oleh buat kamu...makasih ya tiap hari sudah diskonin makanan heheheh` sambil berlalu....sementara saya bengong deh.... dan baur bisa bilang terimakasih besoknya^^.

Makanya saya sering kesal melihat waitress di supermarket di Ind yang santai sekali bekerjanya. masih sempat bergerombol dan tak pernah memberi salam. Apalagi mereka yg di mesin cashier kadang tanpa senyum bahkan tanpa ucapan terimakasih. Jadi kalau baru sehari dua hari mudik biasanya suka ikutan kesel hehehehe... 


Mba-mba yang bekerja di cashier di KS lain lagi ceritanya, sudah pasti saat melihat kita mereka sudah sibuk bilang selamat datang....sepaket dengan membungkuk.... menghitung barang belanjaan kita dengan mendekatkan barcode barang ke alat sensor lalu menyebutkan harganya satu satu, bila ada yang didiskon mereka pun harus menyebutkan harga setelah didiskon (hahah klo ini menurut saya kurang perlu ...karena kadang-kadang belanjaan saya diskonan semua.... hihihi suka malu di denger yang lain...walaupun sepertinya pada ga perduli ). Setelah selesai menghitung maka transaksi pun berjalan. yang saya salut adalah bila ada pembeli lanjut usia petugas cashier tidak segan membawakan belanjaan pembeli ke meja khusus untuk pembeli merapihkan barang belanjaan ke kantong/ecobag pembeli.

Ah walau sedikit mahal... sangat puas dengan pelayanan KS yang sebenarnya hampir standar dengan pelayanan supermarket lainya.

Satu lagi cara KS menyenangkan pembelinya adalah dengan menyediakan tanki air ion khusus untuk dikonsumsi pembeli secara gratis.
Hampir disemua KS diletakkan mesin yang sama. Tapi april tahun ini KS membangun satu gedung baru..jadi tempat tinggal saya dikelilingi 3 KS dari berbagai arah...sangat membantu saya sekali dalam berbelanja... ^^ Nah mesin air di KS baru ini pun lebih canggih... jadilah saya mesti mempelajari nya lgi ^^
Hari pertama gagal terus sampe beberapa kali hihihi.... ^^
berikut saya paparkan si mesin

pertama kita harus memasukkan kartu anggota KS. Kartu dibuat gratis, dan dapat dipergunakan sebagai poin card. Poin yang terkumpul bisa di tukar dengan kupon dan nantinya kupon tersebut bisa dipakai berbelanja. Penukaran sikupon pun harus dikerjakan sendiri oleh pembeli menggunakan mesin tertentu .

setelah memasukkan poin card kita diminta memilih menyesuaikan ukuran botol kita... kebetulan punya saya isi 4 liter maka saya harus pencet 4L

pintu untuk memasukkan botol terbuka....masukkanlah botolnya ^^






setelah botol dimasukkan.... maka simesin akan menuangkan air ....eittts saya kaget...kok cuma sedikit.....
setelah dibaca dilayar mesin... katanya air ini untuk penyucian botol saja... jadi botol yang terisi sedikit air itu harus dikeluarkan, goncang-goncangkan botolnya lalu dibuang airnya dan masukkan kembali untuk pengisian air yang sebenernya.
lihat di kanan atas... ada laci kecil untuk penyimpanan tutup botol....sangattt detail dan memperhatikan kebutuhan konsumen ya ^^











Bila proses sudah benar maka akan ada gambar berapa persen botol kita terisi...tinggal tunggu gambar botol dilayar terisi penuh, dan ada gambar seorang wanita menunduk berucap arigatou gozaimasu..... baru deh botol kita bisa dikeluarkan....^^

Di supermarket lain pun ada mesin pengisian air seperti ini tapi tak secanggih ini dan  masih ada yang memasang harga alias tidak gratis... tapi memang tak mahal sih.

Selain mesin seperti ini KS juga menyediakan tong tong pembuangan sampah untuk recycling.

sangat membantu sekali buat saya yang punya apartemen sempit... ^^
botol,tetrapack dan torey bekas belanja harus dicuci bersih dikeringkan baru deh bisa dibuang agar nantinya bisa langsung dijadikan bahan recycling. Hasilnya biasanya di sumbangkan kenegara-negara miskin. laporannya biasa ditempel di dinding supermarket.

Di KS terbaru yang baru buka april kemaren malah sudah ada tong penampung baju bekas dan kertas bekas yang setau saya belum ada disupermarket mana pun di kota saya.....

ternyata memang banyak cara untuk `memamnggil `kembali konsumen untuk berbelanja di toko kita.....dan tentu saja itu pun menyenangkan konsumen.... ^^